Home Berita LLDIKTI Sosialisasi Pascasarjana Program Doktor

Sosialisasi Pascasarjana Program Doktor

155
0
SHARE
Sosialisasi Pascasarjana Program Doktor

LLDIKTI Wilayah X memfasilitasi Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK, Universitas Islam Riau, dan Universitas Batam dalam rangka promosi program pascasarjana, khususnya program doktor (S3), Rabu (10/6/2020).

Kerja sama ini dilaksanakan untuk menginformasikan kepada dosen tetap Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di lingkungan LLDIKTI Wilayah X agar mengikuti studi lanjut sebagai upaya peningkatan kualitas akademik dan untuk pendidikan yang lebih bermutu.

Demikian disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah X, Prof. Dr. Herri, MBA saat membuka acara Sosialisasi Program Pascasarjana secara daring dari ruangan kerjanya kepada pimpinan PTS dan Ketua APTISI di wilayah (Sumbar, Riau, Jambi, dan Kepri).

Di lingkungan LLDIKTI Wilayah X kata Prof. Herri, dosen dengan kualifikasi akademik S3 berjumlah 719 dari 9.735 orang. Jumlahnya masih sedikit, hanya sekitar 10 persen. Untuk itu, kami berharap melalui kegiatan ini banyak dosen di PTS melanjutkan studi ke jenjang doktoral yang merupakan salah satu syarat untuk menjadi guru besar.

Kepala Lembaga mengatakan studi lanjut sangat penting bagi dosen untuk meningkatkan kualitas kompetensi akademik dan dalam pengembangan riset. Oleh karena itu, kami sangat berharap Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang memberikan informasi sekaligus perhatian yang lebih kepada dosen yang masih berstatus S2 di LLDIKTI Wilayah X untuk melanjutkan studi.

“Potensinya sangat besar. Sebanyak 8730 dosen di lingkungan LLDIKTI Wilayah X masih berkualifikasi pendidikan S2. Kita harapkan ada kuota khusus bagi dosen PTS yang mau studi lanjut. Sehingga, ke depan setidaknya 25 persen dosen di lingkungan LLDIKTI Wilayah X sudah berkualifikasi doktor,” kata Prof. Herri.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Pascasarjana Universitas Andalas Prof. Dr. Nusyirwan Effendi dan Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Padang Prof. Yenni Rozimela menyampaikan informasi tentang program doktor yang bisa diikuti dosen tetap PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah X.

Prof. Nusyirwan mengatakan saat ini terdapat 13 prodi program doktor di Unand. Ilmu Hukum , Ilmu Biomedik, dan Ilmu Kimia akreditasinya sudah A. Ilmu Pertanian, Ilmu Ekonomi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Teknik Mesin, Biologi, dan Ilmu Pertanian terakreditasi B. Sedangkan prodi Manajemen, Teknik Sipil, Farmasi, dan Studi Pembangunan sedang dalam proses usulan akreditasi.

“Selama kuliah, mahasiswa menempuh 46 SKS selama 6 semester. Perkuliahannya, ada terstruktur dan tidak terstruktur. Maksudnya, selain tatap muka perkuliahan juga dilaksanakan secara daring,” ucap Prof. Nusyirwan.

Prosedur pendaftaran pun dilakukan secara daring. Calon mahasiswa cukup melakukan pendaftaran melalui tautan http://pendaftaran.pmb.unand.ac.id. Setelah itu, cek PIN pendaftaran melalui email yang didafarkan dan lakukan pembayaran untuk mengaktifkan PIN tersebut. Lalu, unggah dokumen pada portal pendaftaran. Dokumen asli hanya dibawa saat melakukan ujian dan wawancara. Untuk formulir pendaftaran bisa diunduh pada tautan http://pasca.unand.ac.id.

Sekarang, kata Direktur Pascasarjana Unand pendaftaran gelombang kedua sedang berlangsung sampai dengan 1 Juli 2020. Pendaftaran gelombang ketiga sampai dengan 31 Juli 2020. Biaya pendaftarannya sebesar 750.000 rupiah. Minggu pertama Agustus 2020, perkuliahan tahun ajaran 2020/2021 dimulai. Calon mahasiswa juga bisa masuk melalui jalur beasiswa dari pemerintah. Bagi alumni berprestasi, gratis uang SPP.

“Untuk lulus, mahasiswa wajib memiliki satu artikel pada jurnal internasional bereputasi. Dalam prosesnya, kampus membantu mahasiswa dan bekerja sama dalam proses penulisannya. Jadi, segeralah mendaftar di Universitas Andalas. Kampus yang sudah berpredikat A dari BAN-PT. Kami menunggu dengan senang hati dan tangan terbuka. Mari menjadi dosen yang handal dan terdepan dalam keilmuan,” tutup Prof. Nusyirwan.

Selanjutnya, promosi program pascasarjana Universitas Negeri Padang yang disampaikan oleh Prof. Yenni Rozimela. Di UNP, sekarang ada 8 program studi jenjang S3.

“Ada 8 prodi program doktor di Universitas Negeri Padang, yaitu Ilmu Pendidikan, Ilmu Lingkungan, Administrasi Pendidikan, Bimbingan dan Konseling, Ilmu Keguruan Bahasa, Pendidikan MIPA, Pendidikan Teknologi Kejuruan, dan Kajian Lingkungan dan Pembangunan,” kata Prof. Yenni.

Perkuliahan program doktor di UNP kata Prof. Yenni, dilaksanakan dalam dua bentuk. Pertama, program pendidikan by course. Program ini melaksanakan perkuliahan tatap muka selama 2 atau 3 semester dengan jumlah mata kuliah sampai 42 SKS.

Selanjutnya, program by research. Kelulusannya berdasarkan pada publikasi karya ilmiah dan disertasi. Program ini ditujukan bagi calon doktor yang memiliki kemandirian belajar, komitmen kuat, integritas tinggi, kapabilitas akademik, dan pengembangan keilmuan. Penerimaan mahasiswa dilakukan setiap semester sesuai dengan ketersediaan promotor dalam bidang terkait. Lama masa studi antara 3 sampai dengan 5 tahun.

Calon mahasiswa program by research wajib menunjukkan bukti ketersediaan dana atau sponsor yang akan mendanai studi sampai wisuda.

Untuk syarat masuk, Prof. Yenni mengatakan calon mahasiswa merupakan lulusan magister dari prodi yang relevan yang sudah terakreditasi minimal B oleh BAN-PT. Selain itu, calon mahasiswa juga harus memiliki skor TOEFL 500 atau skor IELTS 5. Khusus bagi program studi Bahasa Inggris, disyaratkan memiliki skor TOEFL 550 atau skor IELTS 5,5.

Berikutnya, calon mahasiswa melampirkan minimal 1 artikel yang telah dimuat pada jurnal nasional terakreditasi atau 1 karya ilmiah pada jurnal internasional selama 5 tahun terakhir sebagai penulis utama serta melampirkan riwayat penelitian baik kelompok maupun mandiri dan menyertakan proporsal penelitian untuk disertasi.

“Calon mahasiswa menyerahkan rekomendasi dua orang promotor yang memiliki keahlian relevan dan bukti kesediaan menjadi promotor. Untuk perkuliahan dilaksanakan dalam sistem blended learning. Pelaksanaan perkulihan daring maksimal 50 persen. Silakan akses laman http://unp.ac.id/id/hal/program-pascasarjana untuk informasi lebih lanjut,” ucap Prof. Yenni.

Pada kesempatan tersebut, turut menyampaikan informasi prodi program doktor yaitu Rektor Universitas Putra Indonesia YPTK Padang, Rektor Universitas Islam Riau, dan Rektor Universitas Batam.

UPI YPTK Padang menyelenggarakan 2 prodi jenjang doktor, yakni Manajemen dan Teknologi Informasi. Universitas Islam Riau dengan program studi Ilmu Hukum, dan Universitas Batam dengan program studi Manajemen.