Home Berita LLDIKTI PTS Sehat Melalui Penggabungan dan Penyatuan Perguruan Tinggi

PTS Sehat Melalui Penggabungan dan Penyatuan Perguruan Tinggi

313
0
SHARE
PTS Sehat Melalui Penggabungan dan Penyatuan Perguruan Tinggi

Dalam Permendikbud nomor 7 tahun 2020 tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri, dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta disebutkan bahwa perubahan PTS dapat terdiri atas perubahan nama, lokasi, bentuk, pengalihan pengelolaan dari badan penyelenggara lama ke yang baru, penggabungan dua PTS atau lebih menjadi satu PTS baru, dan atau penyatuan satu PTS atau lebih ke dalam satu PTS lain.

Hal ini dilakukan agar jumlah perguruan tinggi di Indonesia jumlahnya bisa berkurang 50 persen menjadi dari jumlah perguruan tinggi yang ada saat ini. Tujuannya adalah supaya memudahkan dalam melakukan pembinaan dalam peningkatan mutu penyelenggraan pendidikan tinggi.

Demikian disampaikan Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Dr. Ir. Ridwan, M.Sc pada saat Sosialisasi Pendirian, Perubahan PT, dan Pembukaan Program Studi kepada pimpinan PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah X, Rabu (22/7/2020).

Lebih lanjut, Direktur Kelembagaan mengatakan bahwa PTS yang bergabung dapat berupa satu atau lebih PTS akademik menjadi PTS akademik baru. Contohnya, institut bergabung dengan sekolah tinggi menjadi universitas baru.

Selanjutnya, satu atau lebih PTS akademik bergabung dengan satu atau lebih PTS vokasi menjadi PTS akademik yang baru. Misalnya, sekolah tinggi bergabung dengan politeknik menjadi institut baru.

Lalu, satu atau lebih PTS vokasi bergabung dengan satu atau lebih PTS vokasi menjadi PTS akademik yang baru. Seperti politeknik bergabung dengan akademi menjadi institut baru.

Sedangkan untuk penyatuan PTS kata Ridwan dapat berupa satu atau lebih PTS akademik menyatu kepada satu PTS akademik lain yang sudah ada. Contohnya, sekolah tinggi menyatu ke institut yang telah ada.

Kemudian, satu atau lebih PTS vokasi menyatu kepada satu PTS akademik yang telah ada. Contohnya, politeknik menyatu kepada sekolah tinggi yang telah ada.

Selanjutnya, satu atau lebih PTS vokasi dan satu atau lebih PTS akademik menyatu kepada satu PTS akademik yang telah ada. Contoh, politeknik dan sekolah tinggi menyatu ke universitas yang telah ada.

Badan penyelenggara PTS akademik hasil penyatuan tersebut adalah badan penyelenggara yang menerima penyatuan.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah X Prof. Dr. Herri, MBA mengatakan pemerintah sangat menganjurkan bagi perguruan tinggi untuk melakukan penggabungan maupun penyatuan PTS.

“Sesuai arahan dari Mendikbud, di LLDIKTI Wilayah X penggabungan maupun penyatuan PTS telah terlaksana. Jumlah PTS sudah mulai berkurang. Sebelumnya, jumlah PTS di provinsi Sumbar, Riau, Jambi, dan Kepulauan Riau terdaftar sebanyak 250. Saat ini, dengan adanya penggabungan dan penyatuan jumlah PTS tercatat menjadi 238. Selain itu, penyatuan dan penggabungan PTS dipandang lebih mudah dalam pengelolaan untuk menjadi PTS yang sehat” ucap Prof. Herri.