Home Berita LLDIKTI Penelusuran dan Pemanfaatan Koleksi e-Resources

Penelusuran dan Pemanfaatan Koleksi e-Resources

229
0
SHARE
Penelusuran dan Pemanfaatan Koleksi e-Resources

LLDIKTI Wilayah X menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penelusuran dan Pemanfaatan Koleksi e-Resources bagi dosen PTS selama 2 (dua) hari, Rabu (4/11/2020) untuk Propinsi Sumatera Barat dan Jambi, Kamis (5/11/2020) untuk Propinsi Riau dan Kepulauan Riau secara daring melalui webex meeting.

Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah X, Prof. Dr. Herri, MBA mengatakan bahwa dosen merupakan ujung tombak dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi melalui pelaksanaan tridharma perguruan tinggi baik untuk pengajaran, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dosen dalam mendapatkan referensi sehingga dosen bisa menyusun proposal penelitian dengan baik dan lulus hibah pendanaan.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Herri mengimbau seluruh PTS agar pelaksanaan pembelajaran selama masa pandemi ini sedapat mungkin dilaksanakan secara daring. Kecuali, untuk kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan di luar jaringan, harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna menekan jumlah penyebaran Covid-19.

Bimtek penelusuran dan pemanfaatan e-Resources ini menghadirkan narasumber dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Achmad Riyadi Alberto, S.Ptk dan Muhammad Ilyas, S.Hum serta narasumber dari perpustakaan Universitas Andalas, Andi Saputra, M.Kom.

Alberto mengatakan berdasarkan kajian budaya membaca masyarakat Indonesia tahun 2019, indeks kegemaran membaca masyarakat Indonesia masuk dalam kategori sedang. 5 provinsi dengan kegemaran membaca tinggi yaitu D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Hal ini disebabkan sebaran perpustakaan di Indonesia ternyata lebih banyak di pulau Jawa.

“Jumlah perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia berjumlah 2.057 dari jumlah total perpustakaan secara nasional sebanyak 164.610. Ini masih jauh dari cukup dalam menunjang kegiatan-kegiatan di perguruan tinggi,” ucap Alberto.

Lebih lanjut, Alberto menjelaskan sumber referensi digital Perpusnas merupakan koleksi digital yang dibeli maupun dilanggan dalam bentuk ebook, jurnal, dan karya digital lainnya. Koleksi itu terdiri dari iPusnas, Indonesia Onesearch, e-Resources, Khastara, Pusat Naskah Nusantara, dan lain-lain. Semua dapat diakses secara gratis dimanapun dan kapanpun oleh seluruh warga Indonesia. Caranya, cukup mendaftar menjadi anggota Perpusnas.

Sementara itu, Ilyas memaparkan tentang tata cara pendaftaran keanggotaan di Perpusnas. Layanan keanggotaan Perpusnas terdiri dari tiga layanan, yaitu layanan onsite, layanan online, dan layanan nonreguler. Pendaftaran tidak dipungut biaya, alias gratis.

Selanjutnya, Andi Saputra memaparkan strategi dan kiat memanfaatkan e-Resources sebagai sumber referensi ilmiah. Andi Saputra memberikan aplikasi manajemen sumber referensi yang dikenal dengan Zotero. Kelebihan aplikasi Zotero bisa digunakan secara offline kapanpun dan dimanapun. Aplikasi Zotero dapat mendeteksi, menyimpan metadata, bibliografi, abstrak dan file artikel dari sumber informasi referensi yang kita ambil. Untuk menggunakannya, kita membutuhkan internet browser dan word processor.

Andi juga memberikan kiat bagaimana memanfaatkan Google Scholar dan Google Books dalam menelusuri sumber referensi yang dibutuhkan. Selain itu, Andi juga membagikan tautan video panduan penggunaan aplikasi Zotero, ABBY screenshot reader, Google Scholar, maupun Google Books kepada peserta yang masih belum memahami cara menggunakan aplikasi manajemen referensi agar dosen-dosen lebih giat dalam menelusuri e-Resources sebagai sumber referensi ilmiah. (*Suci)