Home Berita LLDIKTI LLDIKTI Wilayah X Rampungkan Kode Etik Dosen

LLDIKTI Wilayah X Rampungkan Kode Etik Dosen

535
0
SHARE
LLDIKTI Wilayah X Rampungkan Kode Etik Dosen

Salah satu tujuan utama penyelenggaraan pendidikan tinggi adalah untuk mendorong berkembangnya mahasiswa menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten dan berbudaya untuk kepentingan bangsa. Hal ini dapat dicapai apabila pendidikan tinggi ditopang oleh dosen-dosen yang memiliki kompetensi sekaligus menjadi teladan.

Dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, dosen didefinisikan sebagai pendidik profesional sekaligus sebagai ilmuwan. Tugas utamanya adalah mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui tugas tridharma perguruan tinggi. Dosen wajib menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik, serta nilai-nilai agama dan etika.

Demikian disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah X Prof. Dr. Herri, MBA saat finalisasi penyusunan panduan kode etik dosen PTS didampingi Sekretaris Lembaga serta komisi etik di ruang sidang lantai 2, Jumat (26/6/2020).

Lebih lanjut, Kepala Lembaga mengatakan tanpa etika, kebajikan yang diharapkan muncul dari pendidikan tinggi akan sulit diwujudkan. Salah satu standar nasional pendidikan yang mesti diwujudkan adalah bagaimana lulusan pendidikan tinggi dapat memiliki sikap yang patuh pada norma, nilai, dan etika.

Sejalan dengan itu, peraturan perundang-undangan menuntut agar setiap perguruan tinggi merumuskan etika profesi dosen. Khusus untuk PTS, tuntutan itu dimuat secara eksplisit dalam Peraturan Menteri  Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pedoman Tata Cara Penyusunan Statuta Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

“Dalam ketentuan tersebut, pengaturan etika akademik dan kode etik bagi sivitas akademika PTS harus dimuat dalam statuta. Agar pengaturan etika dosen memiliki standar yang sama, maka LLDIKTI Wilayah X memandang perlu untuk merumuskan panduan substansi kode etik dosen,” jelas Prof. Herri.

Prof. Herri mengatakan, LLDIKTI Wilayah X bersama Komisi Etik yang telah ditunjuk sudah menyelesaikan panduan kode etik dosen. Nanti akan disosialisasikan kepada pimpinan PTS supaya bisa diadopsi untuk diimplementasikan pada kampus masing-masing.

“Prinsip dasarnya adalah kode etik dosen merupakan landasan bagi PTS dalam mewujudkan etika akademik, nonakademik, dan proses penegakan kode etik dosen, tutup Prof. Herri.