Home Berita LLDIKTI Literasi Digital Pustakawan PTS LLDIKTI Wilayah X

Literasi Digital Pustakawan PTS LLDIKTI Wilayah X

212
0
SHARE
Literasi Digital Pustakawan PTS LLDIKTI Wilayah X

LLDIKTI Wilayah X menyelenggarakan kegiatan literasi digital bagi pustakawan Perguruan Tinggi Swasta selama dua hari. Kamis (22/10/2020), untuk pustakawan PTS di wilayah Sumbar dan Jambi, Jumat (23/10/2020) untuk pustakawan PTS di wilayah Riau dan Kepulauan Riau.

Literasi digital merupakan hal penting yang dibutuhkan untuk dapat berpartisipasi di dunia modern saat ini. Literasi digital berdampak pada pustakawan karena harus menguasai literasi informasi serta literasi lainnya, sehingga pustakawan dapat mengembangkan kegiatan literasi informasi di lingkungan sekitarnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah X, Prof. Dr. Herri, SE, MBA dalam sambutannya mengatakan LLDIKTI Wilayah X sebagai bagian dari lembaga pemerintah berkewajiban membina dan mengembangkan kompetensi pustakawan. Tidak hanya dalam hal pengelolaan perpustakaan, tetapi yang tidak kalah pentingnya yaitu layanan perpustakaan.

Kepala Lembaga mengatakan pelatihan literasi digital dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan pustakawan serta untuk membangun jaringan kerja sama antar perpustakaan dan juga dengan narasumber.

“Diharapkan dengan terlaksananya kegiatan ini, juga dapat meningkatkan komitmen pustakawan dalam memberikan layanan kepada pemustaka (baik mahasiswa maupun dosen),” ucap Prof. Herri diakhir sambutannya.

Pada kegiatan tersebut, tampil sebagai narasumber Drs. Ida Fajar Priyanto, MA, Ph.D beserta asistennya Fitrina Cahya. Dalam pemaparannya, Ida membagi materi dalam tiga sesi, yaitu literasi umum, literasi digital, dan literasi ilmiah.

Ida menegaskan bahwa pustakawan harus bisa mengkaji, menganalisa kemampuan, dan minat baca pemustakanya. Selain itu, reading habits harus dimulai sejak dini dan bisa dimulai dari lingkungan keluarga dengan memberikan media kepada anak, yaitu buku.

“DOAB (Directory of Open Acces Book) adalah salah satu media yang menyediakan layanan akses buku gratis. Pustakawan dapat mengunduh buku-buku gratis dan menyediakannya dengan mencantumkan link DOAB pada website perpustakaan agar dapat diakses pemustaka secara mandiri,” kata Ida.

Ida menambahkan, seorang pustakawan harus mampu menjelaskan dan memberikan informasi kepada pemustaka terkait penulisan karya ilmiah, seperti cara pembuatan absrak, pengutipan, sumber informasi pendukung karya ilmiah dan hal lainnya.

Dalam pemanfaatan koleksi perpustakaan, pustakawan juga harus bekerja sama dengan dosen dan berkolaborasi untuk meningkatkan pemanfaatan koleksi perpustakaan untuk meningkatkan literasi mahasiswa.

Sementara itu, Fitrina mengatakan saat ini adalah masanya generasi digital. Akan tetapi, kita banyak melihat banyak beredar kabar bohong yang disebabkan karena rendahnya literasi digital. (*)